Thursday, August 6, 2020

Ku beri kau judul HUJAN

hujan deras itu akhirnya turun..
setelah beberapa saat sangat gersang dan kering..
tanah kembali lembab, tanaman kembali tersenyum dan udara kembali sejuk..
hari ini, seketika ia mengingat berapa banyak luka tak terlihat yang ia hiraukan..
ia tak sepenuhnya ingin. namun sepertinya lubang hitam itu tak ingin berkompomi
hingga bayang banyangnya terlihat keluar..
ia bertanya dan terus bertanya
sebesar apa lubang hitam dihati seseorang itu?
berapa banyak lubang hitam yang ada dihati itu sehingga harus seseorang tampal atau obati sepanjang hidupnya?
bisakah ia bertahan dan terus berjalan meski tertatih menarik luka?
bisakah ia hanya menyukai kata berhenti dan hadapi saja tanpa ada kata menyerah?
bisakah ia terus membenci kata menyerah itu?
bisakah?
bisakah?
bisakah?
pertanyaan itu tak bisa ia jawab..
ia hanya seorang penanya dan bukan seorang yang berhak untuk menjawab..
bukan!
ia kemudian terdiam, menatap lubang hitam itu..
ada banyak luka yang kadang tak bisa sedikitpun ia katakan pada orang lain
bahkan pada dirinya sendiri..
ia menolak sadar,.
ia menolak menyadari..
ia menolak mengakui jika ia sudah terlalu lama bergumul dengan luka..
ia bahkan tak tau mana luka dan mana bekas luka..
ia hanya terus berjalan ketika istirahatnya usai..
beberapa orang menolak sadar dan menyadari hal itu.. 
ia takut menjadi lemah
ia takut menjadi lemah
ia takut menjadi lemah
dan kemudian menyerah...
banyak kekhawatiran yang ia bahkan sulit untuk mengatakannya, harus mulai dari mana..
ia bahkan sering melemparkan signal pertolongan tapi tak satupun menyadari..
ia hanya bisa tertawa dan menertawakan saja..
ia tahu, dunia ini entahlah..
ia tak tahu apakah ia bulat ataukah ia datar?
ia hanya memilih untuk terus melewati setiap incinya..
ia hanya berharap suatu hari nanti, akan ada sebuah rumah kecil yang menyambutnya..
mengobati atau mungkin menghapus lubang hitam itu..
meski ia tahu lubang itu takkan mungkin hilang...

Saturday, November 16, 2019

Boleh, Jangan!!

Lelah boleh, nyerah jangan!
Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana akhir dari perjuangan yang membuatmu lelah.
Khawatir boleh, putus asa jangan!
Kamu manusia. Karena kamu manusia jadi khawatir adalah hal yang biasa. Setiap orang punya tapi harus tahu porsinya. Jangan putus asa dan lari darinya..
Istirahat boleh, berhenti jangan!
Setiap kali kita memiliki tujuan, akan ada masa dimana lelah datang. Maka istirahatlah rebahan boleh, selonjoran boleh dan tidurpun tak apa.. tapi berpikir untuk berhenti jangan. Apalagi untuk yang kau cita citakan.
Memperhatikan boleh, membandingkan jangan!!
Setiap kali melihat kemajuan orang, pencapaian orang. Kita boleh memperhatikannya dan berpikir "aku ingin seperti itu, aku harus seperti itu" sebagai semangat. hal yang sangat diperbolehkan. Tapi jangan membandingkan diri "ah, aku gak mungkin seperti itu, aku gak mungkin bisa seperti itu.. aku jauh dibawah.." adalah hal yang paling salah sering dilakukan.. kadang kala, itu membuat lupa bersyukur dan menyadari apa saja sih yang sudah didapatkan dari si pemilik segalaNya? Bukankah setiap hidup seseorang ada masanya?
Kita tidak bisa memaksa untuk sama atau lebih dari seseorang jika masa yang ditentukan untukmu belum waktunya,.
Taukah kamu membandingkan memang mengasyikan tapi dibandingkan? Sepertinya semua tahu rasanya๐Ÿ˜Š

Saturday, September 22, 2018

Surat untukmu, diriku sendiri..

Apa kabar?
Kata itu adalah hal yang penting ketika bertemu seseorang
Meski orang itu akan mengatakan "baik! Aku baik baik saja!"
Aku tidak akan bertele tele memperpanjang surat ini.
.
Hari ini, aku ingin menulis surat untukmu. Diriku sendiri..
Hari ini, mari kita berpisah dalam dua bagian..
Aku yang kemarin dan aku yang hari ini..
Banyak kata yang ingin kuucapkan tapi begitu sulit untukku keluarkan..
Hari ini, hari istimewamu bukan? Beberapa tahun yang lalu pertama kali kau menangis terlahir kedunia yang tak pernah kau ketahui seperti apa kejamnya, kau mengambil garis hidupmu sendiri dan menerima nama panggilanmu sendiri.
Mengirup udara kehidupan yang tak pernah kau ketahui seperti apa esok hari..
Banyak hal indah, menyedihkan, mengecewakan, menyakitkan dan memalukan sudah kau lewati.
Terima kasih kau tetap bertahan dan terus tersenyum meski itu hanya sebuah tipuan.
.
Kau berjalan melewati banyak hal dan terus bertahan, aku ucapkan terima kasih..
Aku tahu, kau tak pernah berandai andai menerima banyak kejutan. Hanya saja kau ingin kembali meniup lilin seperti beberapa tahun lalu. Meski itu lilin sederhana dan pertama kali kau tiup sepanjang umurmu. Namun kau melewatinya bersama dia yang menjagamu dalam kandungan..
Waktu begitu cepat berlalu. Berapa kali harimu terlewati tanpanya?
Menyesakkan tapi kau harus tetap berterima kasih karena kau masih bisa terus mendoakannya.
Dia akan bahagia jika kau bisa menjalankan apa yang ia tinggalkan.
.
Sampai disini!! Sekali lagi tetaplah seperti sekarang.
Jangan pernah menyimpan luka karena amarah. Terus berjalan dan kejar apa yang menjadi mimpimu meski itu tak mudah untuk kau dapatkan.
.
Hari istimewamu apa yang kau lakukan?
Lakukan apa yang ingin kau lakukan..
Mendengarkan lagu lagu kesukaanmu
Membaca buku yang sudah lama kau tunggu
Menonton film yang sudah lama ingin kau tonton
Dan makan apapun yang ingin kau makan hari ini.
.
Diakhir suratku ini..
Diriku sendiri, terima kasih untuk tetap bertahan
Tetap ingat Tuhan dalam segala urusan..
Teruslah menjadi dirimu sendiri. Kau yang paling utama menghargai diri sendiri ubbukan orang lain..
Menagislah ketika kau butuh menangis. Jangan mencoba tegar karena kau paling tahu bagaimana dirimu..
Tetap genggam tangan mereka yang ingin kau genggam..
Jangan pernah mengkhwatirkan apapun didepan. Kau tetap baik baik saja..
.
Diriku sendiri, teruslah menjadi baik dan semakin baik darimu kemarin..
Semangat!!!



Dariku
Dirimu Sendiri ๐Ÿ˜˜

Wednesday, August 29, 2018

Depresi

Orang berpikir bahwa mental illnes , seperti depresi terjadi karena kita tidak dekat dengan sang pencipta.

Tidak taat dengan apa yang seharusnya dijalani oleh seorang hamba kepada pemilik alam semesta.

Tidak mensyukuri apa yang ia miliki dalam hidupnya.

Padahal dari sudut pandang orang awam dia baik baik saja.

Dia punya apa yang dia miliki, dia tertawa ketika bersama semua orang.

Dia melakukan apa yang dia biasa dia lakukan dihadapan orang orang.
Tidak.. Bukan begitu kenyataan yang sebenarnya.

Kamu tidak akan tahu jika kamu tidak didalam posisi itu.

Kamu tidak akan tahu sebelum kamu mendengar dengan baik apa yang mereka pikirkan.

Kadang, mereka tidak butuh hiburan supaya mereka tersenyum

Kadang, mereka juga tidak butuh kata "sabar ya!" tanpa ada kata lainnya. kata itu hanya membuat perasaan sakit menjadi jadi. Kata itu terdengar seperti "kasihan kamu"

Kadang dia hanya butuh pelukan dan genggaman tangan untuk mengatakan jika kamu tidak sendirian.

Karena..

Ketika ia kembali kedalam alam pikirannya.

Ketika ia kembali ke rumah dan berdiam didalam kamarnya

Ia kembali bertemu dengan dia yang sebenarnya.

Dia yang menciptakan gap yang sebenarnya begitu ingin ia hapuskan dan ceritakan tapi rasa bingung, kelu dari mana ia harus bercerita dan pada siapa dia harus bercerita karena sebagian orang tidak peka, kadang sebagian orang melihat itu sikap yang kekanak kanakan.


Kadang depresi terjadi karena trauma, kehilangan seseorang yang dicintai atau kegagalan untuk mencapai suatu hal yang dia cita - citakan. Ia merasa jika hidupnya tidak berkembang dan terus seperti itu dan begitu.
Kesulitan dari depresi/stress adalah menyampaikan apa yang ia rasakan dan menemukan orang yang bisa mengerti dan perduli bukan orang yang mendengarkan kemudian pergi seolah apa yang ia dengar tidak penting.

Tuesday, August 14, 2018

Senjaku dan dia yang kurindu




Rindu atau ingin melihat? Apa beda kedua kata itu?
Aku tidak bisa membedakannya karena aku sedang merasakan keduanya..
ใƒผ
Seperti senja dan sore?
Apa beda keduanya itu?
Sekarang, aku sedang tak ingin membedakannya, esok saja!
Yah! Mungkin esok saja aku mengatakan beda keduanya.
Tapi entahlah.. Itu juga kalau aku mengingatnya.
Karena aku menyukai jingga tapi kadang tak ingin melewati hari dengan begitu cepatnya..
Tapi entahlah..
ใƒผ
Kemarin, ah.. Mungkin waktu itu..
Aku menikmati senja di antara keramaian orang orang yang tak kukenal.
Rasanya,
Duduk sendiri..
Diam..
Mengamati..
Mengabadikan..
Seperti menanti..
Seperti menyepi..
Seperti menyendiri
Dan banyak seperti seperti yang lain lagi..
Aku berlari jauh.. Menjauh!
Dari kenyataan yang kadang sulit untuk terima dan percaya itu kenyataan.
Aku masih berharap.. -tentu aku tau itu tak boleh setiap hari. Karena artinya aku meratapi-
Aku masih berharap, bisa pergi kemana saja aku mau.. -aku bisa pergi kapan saja, tapi rasa khawatirku lebih besar dari keinginanku untuk pergi-
Memberikan barang apa saja yang kamu mau..
Merayakan apa saja yang bisa kita rayakan
Dan aku bisa mengenalkan seseorang yang dulu dia bilang harus bertemu dia terlebih dahulu..
Tapi, semua tak bisa disesali atau disalahkan. Jalan hidup sudah ditentukan..
Aku begini, dia begitu dan kami punya partnya masing masing..
ใƒผ
Hari ini, harusnya..
Kalau masih..
Kalau saja..
Jika saja..
Andai saja..
Ia belum dipanggil sang pemilik semesta usianya 48 tahun..
Kita belum pernah meniup lilin bersama bu..
Tapi yasudahlah. Itu bukan budaya kita..
ใƒผ
Aku rindu ibu..
Rindu melihat senja dan menikmati senja yang  perlahan hilang bersamamu..
ใƒผ
Aaah!! Aku rindu ใƒผingin melihatใƒผ menikmati senja itu..
Itukah artinya rindu?
Ingin melihat sesuatu yang jauh..
Meski kamu bisa menikmati dimana saja aku mau


14 Agustus 2018, hari dimana hujan turun. Rasanya kembali terasa jika ia juga merindukan kami di rumah.


"Aku lagi pingin nulis lagi, tapi entah bertahan berapa lama?
Cuma menuhin laptopku dan note hpku.. Tapi gak pernah jadi"

Monday, February 5, 2018

[TERJEMAHAN] NOEL (๋…ธ์„) - (ํ•˜์ง€ ๋ชปํ•œ ๋ง) THINGS THAT COULDN'T SAY

Artist: ๋…ธ์„
Song: ํ•˜์ง€ ๋ชปํ•œ ๋ง
Release Date: 2012.11.06
Members: Sungho, Sanggon, Woosung, Kyunsung


HANGUL :
์˜ค๋Š˜๊ฐ™์ด ์ฐฌ๋ฐ”๋žŒ์ด ๋ถˆ์–ด์˜ค๋ฉด
์ƒ๊ฐ์ด ๋‚˜๋Š” ๊ทธ ์‚ฌ๋žŒ
๊ทธ์ € ํž˜๋“ค์—ˆ๋˜ ์•„ํ””๋„
๊ณ„์ ˆ์„ ํƒ€๊ณ  ์ข‹์•˜๋˜ ๊ธฐ์–ต๋“ค๋งŒ ๋‚จ๊ณ 

ํ•ด์งˆ๋…˜ ๋…ธ์„ ์ง„ ํ•œ๊ฐ•์„ ๋ณด๋‹ˆ
์ƒ๊ฐ์ด ๋‚˜๋Š” ๊ทธ ์‚ฌ๋žŒ
์žŠ์–ด์•ผ๊ฒ ์ง€ ๊ทธ๋ž˜์•ผ๊ฒ ์ง€
๋ณด๋‚ด์•ผ๊ฒ ์ง€

์ข‹์€ ์‚ฌ๋žŒ ๋งŒ๋‚˜ ์›ƒ์œผ๋ฉฐ
๋” ์‚ฌ๋ž‘๋ฐ›์œผ๋ฉฐ ์‚ด์•„
์ž˜ํ•ด์ฃผ์ง€ ๋ชปํ•œ ๋‚ด ๋ชป๋‚œ ๊ธฐ์–ต์€ ์žŠ๊ณ  ์‚ด์•„
ํž˜๋“ค๋˜ ๋‚ ์˜ ๊ธฐ์–ต๋“ค ํ–‰๋ณตํ–ˆ๋˜ ๋‚ ์˜ ์ถ”์–ต
๊ณ ๋งˆ์› ๋‹ค๊ณ  ๋ฏธ์•ˆํ•˜๋‹ค๊ณ 

๋น„ํ‹€๋Œ€๋ฉฐ ์ง‘์œผ๋กœ ๊ฐ€๋Š” ๊ทธ ๊ธธ์—
๋‚˜ ๋งŽ์ด๋„ ์šธ์–ด๋ดค๊ณ 
ํŒŒ๋ž—๊ฒŒ ๋ฉ๋“  ํ•˜๋Š˜ ๋ณด๋ฉฐ
๋‚ด ์† ๊นŠ์€ ๊ณณ๋„ ๊ฐ™์ด ๋ฉ๋“ค๊ณ 

ํ•ด๊ฐ€์ง€๋Š” ๊ทธ ์ฐจ์ฐฝ ๋ฐ–์„ ๋ณด๋ฉฐ
๋ฐค์ƒˆ ๊ทธ๋Œˆ ๊ทธ๋ฆฐ ๋‚ ๋“ค
์Šค์ณ ๊ฐ€๋Š” ์ด ๋ฐ”๋žŒ์„ ๋”ฐ๋ผ
์ด์ œ ๊ทธ๋Œˆ ๊ทธ๋งŒ ๋ณด๋‚ด์ฃผ๋ ค๊ณ  ํ•ด

์ข‹์€ ์‚ฌ๋žŒ ๋งŒ๋‚˜ ์›ƒ์œผ๋ฉฐ
๋” ์‚ฌ๋ž‘๋ฐ›์œผ๋ฉฐ ์‚ด์•„
์ž˜ํ•ด์ฃผ์ง€ ๋ชปํ•œ ๋‚ด ๋ชป๋‚œ ๊ธฐ์–ต์€ ์žŠ๊ณ  ์‚ด์•„
ํž˜๋“ค๋˜ ๋‚ ์˜ ๊ธฐ์–ต๋“ค ํ–‰๋ณตํ–ˆ๋˜ ๋‚ ์˜ ์ถ”์–ต
๊ณ ๋งˆ์› ๋‹ค๊ณ  ๋ฏธ์•ˆํ•˜๋‹ค๊ณ 

๊ทธ๋™์•ˆ ๋‚˜
๋งŽ์ด ํ–‰๋ณตํ–ˆ๊ณ  ๋˜ ๋งŽ์ด ๋‹คํˆฌ๊ธฐ๋„ ํ–ˆ์—ˆ์ง€๋งŒ
๋Œ์•„๋ณด๋ฉด ๋„ˆ๋ฌด๋‚˜๋„ ์†Œ์ค‘ํ–ˆ๋˜ ๊ธฐ์–ต๋งŒ ๋‚จ์•˜์œผ๋‹ˆ๊นŒ
์ด๋ ‡๊ฒŒ๋ผ๋„ ์–˜๊ธธ ํ•˜๋ คํ•ด
๋‚ด ๊ฐ€์Šด์— ๋งบํžŒ ๋ง
๊ฐ€์Šด์ด ์ข์•„ ํ•˜์ง€ ๋ชปํ•œ ๋ง

"์ข‹์€ ์‚ฌ๋žŒ ๋งŒ๋‚˜ ์›ƒ์œผ๋ฉฐ
๋” ์‚ฌ๋ž‘๋ฐ›์œผ๋ฉฐ ์‚ด์•„
์ž˜ํ•ด ์ฃผ์ง€ ๋ชปํ•œ ๋‚ด ๋ชป๋‚œ ๊ธฐ์–ต์€ ๋‹ค ์žŠ๊ณ  ์‚ด์•„
๊ณ ๋งˆ์› ๋‹ค๊ณ  ๋ฏธ์•ˆํ•˜๋‹ค๊ณ 
์‚ฌ๋ž‘ํ–ˆ์—ˆ๋‹ค๊ณ "

ENGLISH :
When the cold wind blows like today
I think of that person
Even the hardships and pain feel the weather
Only good memories remain
As I look at the Han River at sunset
I think of that person
I need to forget her, I need to
I need to let her go
Meet someone good and smile
Live as you receive even more love
Forget about how I couldn’t treat you well and my pitiful memories
The memories of the hard days, memories of the happy days
Thank you and I’m sorry
On the way back home as I sway back and forth
I cried a lot
As I looked at the blue bruised sky
A place deep inside of me was bruised as well
As I look outside the window at sunset
Days that I drew you out all night
Follow this passing by wind
Now I’m going to let you go
Meet someone good and smile
Live as you receive even more love
Forget about how I couldn’t treat you well and my pitiful memories
The memories of the hard days, memories of the happy days
Thank you and I’m sorry
For all this time
I was so happy and we fought a lot too but
When I look back, only precious memories remain
So I’m trying to tell you like this
Words that were inside my heart
Words I couldn’t tell you because my heart was too small
"Meet someone good and smile
Live as you receive even more love
Forget about how I couldn’t treat you well and my pitiful memories
The memories of the hard days, memories of the happy days
Thank you and I’m sorry, i love you"

INDONESIA :
Saat angin dingin berhembus seperti hari ini
aku memikirkan dia
meski itu sulit dan rasanya sakit karena cuaca
hanya kenangan indah yang tersisa

ketika aku melihat Sungai Han saat matahari terbenam
aku memikirkan dia
aku harus melupakannya, aku harus
aku harus merelakannya

bertemulah dengan seseorang yang baik dan tersenyumlah
hiduplah seperti kau mendapatkan banyak cinta
lupakan bagaimana aku tidak bisa memperlakukanmu dengan baik
dan kenangan tentangku yang menyedihkan
kenangan tentang hari - hari yang sulit, kenangan tentang hari - hari baik
terima kasih dan aku minta maaf

dalam perjalanan pulang kerumah saat aku kembali melihat kebelakang
aku sering menangis
saat aku melihat langit biru yang terlihat bertumpuk
satu sisi jauh di dalam diriku juga bertumpuk

saat aku melihat ke luar jendela saat matahari terbenam
hari - hari itu aku mengajakmu keluar sepanjang malam
mengikuti arah angin
sekarang aku akan membiarkanmu pergi

bertemulah dengan seseorang yang baik dan tersenyumlah
hiduplah seperti kau mendapatkan banyak cinta
lupakan bagaimana aku tidak bisa memperlakukanmu dengan baik
dan kenangan tentangku yang menyedihkan
kenangan tentang hari - hari yang sulit, kenangan tentang hari - hari baik
terima kasih dan aku minta maaf

untuk selama ini
aku sangat senang dan kita juga banyak bertengkar
ketika aku menatap kebelakang. hanya kenangan berharga yang tersisa
jadi aku mencoba mengatakanya seperti ini
kata - kata yang ada di dalam hatiku
kata - kataku yang sulit aku katakan padamu
karena hatiku yang telalu malu

"bertemulah dengan seseorang yang baik dan tersenyumlah
hiduplah seperti kau mendapatkan banyak cinta
lupakan bagaimana aku tidak bisa memperlakukanmu dengan baik
dan kenangan tentangku yang menyedihkan
kenangan tentang hari - hari yang sulit, kenangan tentang hari - hari baik
terima kasih dan aku minta maaf
aku mencintaimu"

Credit :
"selama dua tahun ini, lagu ini adalah lagu yang paling sering saya dengar setiap kali merasa lelah dan sedih. sejak kepergian ibu 2th yang lalu. saya seperti menemukan hal yang menjadi perwakilan  kata - kata untuknya. dan part di mana "bertemulah dengan seseorang yang baik dan tersenyumlah..."saya selalu merasa seperti apa yang ibu saya katakan. setiap kali hujan saya selalu mendengar lagu ini dan merasa ibu saya mengatakan kata itu"
Updated, 5 Februari 2018

[TERJEMAHAN] Naul (๋‚˜์–ผ) - Memory Of The Wind (๋ฐ”๋žŒ๊ธฐ์–ต)



Album : Principle of My Soul
Dirilis  : 2012

HANGUL :
๋ฐ”๋žŒ ๋ถˆ์–ด์™€
๋‚ด ๋ง˜ ํ”๋“ค๋ฉด
์ง€๋‚˜๊ฐ„ ์„ธ์›”์—
๋‘ ๋ˆˆ์„ ๊ฐ์•„๋ณธ๋‹ค

๋‚˜๋ฅผ ์Šค์น˜๋Š” ๊ณ ์š”ํ•œ ๋–จ๋ฆผ
๊ทธ ์ž‘์€ ์†Œ๋ฆฌ์—
๋‚œ ๊ท€๋ฅผ ๊ธฐ์šธ์—ฌ ๋ณธ๋‹ค
๋‚ด ์•ˆ์— ์ˆจ์‰ฌ๋Š”
์ปค๋ฒ„๋ฆฐ ์‚ถ์˜ ์กฐ๊ฐ๋“ค์ด
๋‚  ๋ถ€๋”ชํ˜€ ์ง€๋‚  ๋•Œ
๊ทธ ๊ณณ์„ ๋ฐ”๋ผ๋ณด๋ฆฌ๋ผ

์šฐ๋ฆฌ์˜ ๋ฏฟ์Œ
์šฐ๋ฆฌ์˜ ์‚ฌ๋ž‘
๊ทธ ์˜์›ํ•œ ์•ฝ์†๋“ค์„
๋‚˜ ์ถ”์–ตํ•œ๋‹ค๋ฉด ํž˜์ฐจ๊ฒŒ ๊ฑธ์œผ๋ฆฌ๋ผ

์šฐ๋ฆฌ์˜ ๋งŒ๋‚จ
์šฐ๋ฆฌ์˜ ์ด๋ณ„
๊ทธ ๋ฐ”๋ž˜์ง„ ๊ธฐ์–ต์—
๋‚˜ ์‚ฌ๋ž‘ํ–ˆ๋‹ค๋ฉด ๋ฏธ์†Œ๋ฅผ ๋„์šฐ๋ฆฌ๋ผ

๋‚ด ์•ˆ์— ์žˆ๋Š”
๋ชจ์ž๋ž€ ์‚ถ์˜ ๊ธฐ์–ต๋“ค์ด
๋‚  ๋ถ€๋”ชํ˜€ ์ง€๋‚  ๋•Œ
๊ทธ ๊ณณ์„ ๋ฐ”๋ผ๋ณด๋ฆฌ๋ผ

์šฐ๋ฆฌ์˜ ๋ฏฟ์Œ
์šฐ๋ฆฌ์˜ ์‚ฌ๋ž‘
๊ทธ ์˜์›ํ•œ ์•ฝ์†๋“ค์„
๋‚˜ ์ถ”์–ตํ•œ๋‹ค๋ฉด ํž˜์ฐจ๊ฒŒ ๊ฑธ์œผ๋ฆฌ๋ผ

์šฐ๋ฆฌ์˜ ๋งŒ๋‚จ
์šฐ๋ฆฌ์˜ ์ด๋ณ„
๊ทธ ๋ฐ”๋ž˜์ง„ ๊ธฐ์–ต์—
๋‚˜ ์‚ฌ๋ž‘ํ–ˆ๋‹ค๋ฉด ๋ฏธ์†Œ๋ฅผ ๋„์šฐ๋ฆฌ๋ผ

ENGLISH :
When the wind blows and shakes up my heart
I think of the past times
And close my two eyes
The silent trembling that passes me by

At that small sound
I open my ears
The growing pieces of life that breathe inside me
When they bump against and pass me by
Then look at that place
Our trust, our love
The eternal promises

If you remember me, then strongly walk forth
Our meets, our separation
The faded memories
If you loved me, then smile

The unfinished memories of life that are inside me
When they bump against and pass me by

Then look at that place
Our trust, our love
The eternal promises

If you remember me, then strongly walk forth
Our meets, our separation
The faded memories
If you loved me, then smile

INDONESIA :
Saat angin bertiup dan mengetarkan hatiku
aku memikirkan masa lalu
dan memejamkan kedua mataku

kesunyian itu mengetarkan hatiku
suara kecil itu
aku menajamkan pendengaranku

bagian yang tumbuh dalam diriku yang bernafas dalam diriku
saat mereka bertemu dan melewatiku
lihatlah tempat itu

kepercayaan kita, cintak kita
janji - janji yang abadi
jika kau mengingatku, maka berjalanlah dengan tegar

pertemuan kita, perpisahan kita
kenangan yang memudar
jika kau mencintaiku, jadi tersenyumlah

kenangan hidup yang belum usai yang ada dalam diriku
saat mereka bertemu dan melewatiku
lihatlah tempat itu

kepercayaan kita, cinta kita
janji - janji abadi
jika kau mengingatku, maka berjalanlah dengan tegar
pertemuan kita, perpisahan kita
kenangan memudar
jika kau mencintaiku, jadi tersenyumlah

Credit :
  • Hangul : Daum
  • English : popgasa
  • Bahasa : Byme
lagu ini adalah lagu favoriteku selama 2 tahun belakangan. pasti sering denger lagu ini
di beberapa acara tv Korea kayak "Immortal Songs" atau " I Can Hear Your Voice"
Updated 5 Februari 2018

Monday, September 4, 2017

Menikah Muda?



Hal yang terjadi didepan, kita tidak pernah tahu..
Kita atau siapapun tidak punya kekuatan yang bisa menebak seperti apa masa depan masing-masing..
Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan apapun yang akan kita dapatkan besok, lusa, seminggu lagi, 2 minggu lagi atau tahun selanjutnya..
Yang saya tahu, apa yang kita lakukan hari ini atau kemarin..
Jika ia baik maka akan kembali dengan baik..
Tapi, jika itu buruk maka hal buruk itu juga akan kembali, meski kadang tak semua orang menyadarinya..
Itu kenapa kita harus percaya karma.
.
Hal yang juga tidak bisa kita tebak adalah jodoh..
Jujur! yang punya telinga. siapapun itu, mungkin telingany panas tiap kali dapat pertanyaan
"kamu kapan nyusul?"
((Dikira lari kali ya? Jadi disangka bisa dikejar.))
"Gandengannya mana? Kok sendirian?
((Tau sih, truk itu ada yang gandengan. Busway itu ada yang beriringan kayak couple..))
"Inget umur! Makanya cari pasangan gih!"
((Kemungkinn pasangnny tukang hitung umur kali y?))
.
Jujur, Saya bukan tipe orang yg benci menikah muda..
Menikah adalah hak setiap orang sepanjang orang itu siap lahir dan bathin.
Tapi, kalau saya menikah muda?
Entahlah ya, saya tidak yakin! ((Saya tidak ingin mendahului takdir untuk bilang “Tidak”, entah siapa tahu besok ada yang dateng ngelamar ya?))
.
Tapi, untuk menikah muda hanya karena sudah lelah dengan segala permasalahan hidup dan butuh seseorang yang bisa menopangmu saat sedih. Apa itu tidak terlalu buruk untuk dia yang akan hidup denganmu hingga tua?
Itu juga, kalau orang yang akan menjadi istri/suamimu bisa dan mau menopangmu saat sedih?
Bagaimana jika dia bersikap tidak perduli?
Pernah dengar lelucon tentang perbedaan sebelum menikah dan setelah menikah?
Sebelum menikah:
“ ๐Ÿ‘ง: sayang!!! Aku luka nih. Keiris pisau (Nangis drama)
๐Ÿ‘ฆ : ya ampun sayang, kita kedokter yuk, obatin luka kamu. Nanti infeksi lagi. (Lebih drama lagi)
Setelah menikah:
๐Ÿ‘ง: sayang!!! Aku luka nih, keiris pisau. (Nangis drama)
๐Ÿ‘ฆ: makanya!!! Kalo kerja pakai mata. Luka dikit juga.. Nih. Bersihin pakai betadin trus pasang plester. Aku mau nonton bola!! (Ditinggalin didapur)
.
Jujur! awalny saya pikir itu hanya lelucon tapi ternyata benar. Ada beberapa orang yang berubah setelah menikah.
.
Kenapa saya punya pikiran jika pernikahan muda itu tidak mudah?
Karena pengalaman dan lingkungan.
Saya pernah hidup ditengah-tengah orang yang menikah muda. ((Sebagai penonton bukan pelakunya ya๐Ÿ˜))
Dimana mereka sulit untuk bertahan, toh! Meski mereka bertahan hanya karena malu dengan pandangan orang lain. Jika seperti itu, maka kekerasan rumah tangga akan sering terjadi. Kekerasan rumah tangga bukan hanya menampar, memukul atau hal yang menyakiti fisik. Tapi, dengan perkataan yang menyakitkan juga sebuah hal yang salah..
Itu kenapa menikah muda menurut saya rentan. Banyak faktor kenapa menikah muda banyak berakhir dengan perpisahan.
Entah karena rasa cemburu yang berlebihan..
Emosi yang masih tidak bisa terkontrol..
Merasa paling benar tanpa mau mendengarkan satu sama lain..
Satu hal yang paling krusial adalah penghasilan perbulan atau kasarnya pekerjaan.
Kita harus hidup. Butuh makan, butuh minum, pakaian dan berbagai printilannya..
Belum lagi kalau punya anak? Anaknya butuh mainan, gak mungkin kan ngerebut mainan punya anak tetangga?
Saat Anak harus sekolah? Okelah untuk setingkat SD. anak-anak disaat itu tidak terlalu banyak membutuhkan uang.
Tapi saat dia SMP? SMA? Atau KULIAH?
.
Dari situlah, awal semua masalah dan ((kebanyakan) kejadian orang tua dimasa lalu akan terulang.
Jika orang tuanya tidak benar-benar memiliki biaya untuk menyekolahkan. Kebanyakan dari mereka menyuruh putra/putri mereka untuk menyerah atas keinginan mereka bersekolah dan menyuruh mereka bekerja untuk hidup sehari-hari. Itu lebih baik jika orang tua mereka meminta mereka bekerja untuk anak laki-laki. Tapi, bagi anak perempuan? Kebanyakan dari orang tua mereka meminta untuk mencari suami dan menikah saja supaya mereka tidak membebani hidup orang tua.
.
Disaat seperti itu, kebanyakan anak-anak mereka berpikir. “Kenapa saya harus dilahirkan jika akhirnya harus seperti ini?”
“Saya lelah dengan kehidupan saya seperti ini dan menikah adalah hal yang terbaik untuk kesulitan ini”
Itu adalah pemikiran yang salah menurut saya!
.
Jangan dulu menikah hanya karena lelah atas permasalah hidup, malu karena umur, teman-teman sudah menikah semua, pingin punya temen pergi kekondangan atau mungkin takut kehabisan jodoh(?)
Jika hal-hal itu menjadi alasan untuk menikah? bukan menikah yang sesungguhnya yang dikejar tapi GENGSI dimata keluarga yang terus bertanya “kapan”, dimata teman-teman yang selalu pamer kemesraan bersama pasangan mereka atau dimata tetangga yang sering bergosip dan sok perduli karena belum menikah seakan mereka akan menopang kehidupanmu di masa depan.
.
Menurut saya, pernikahan bukan tentang kehidupan suami dan istri saja. Tetapi kehidupan anak dimasa depan juga.
Kehidupan masa depan mereka harus terjamin. Seperti sekolah mereka, mereka bisa mencapai cita-cita yang mereka inginkan bukan meminta mereka untuk menyerah karena tak memiliki biaya.
.
Sampai disini dulu deh tulisan saya. Sebenernya masih panjang banget.
Tapi saya lapar, mau sarapan dulu hahaa..
Oya, ini hanya pemikiran saya saja. Bukan untuk menentang, menolak atau menyudutkan. Ini adalah hal-hal yang saya pernah lihat dilingkungan saya.

Monday, August 14, 2017

SENIN LAGI..

Senin lagi.. Senin lagii.. Kepala ku terus berteriak mengatakan itu.
14 yang benar benar tak ingin ku kenangkan tapi masih teringatkan.
Hari dimana yang harusnya menjadi ulang tahunmu dan tersenyum bahagia bersamaku.
Bukan tak menerima, bukan pula menolak takdir maha kuasa.
Hanya saja, aku merindukanmu setiap kali senin itu datang padaku..
Aku rindu ocehanmu setiap kali pagi datang dan aku masih asyik dengan selimut putihku.
Rasanya hari terlalu lama, tapi ketika senin berlalu,
Entah kenapa?
Rasa terlalu cepat bertemu senin lagi.
Aku ingat sekali kenapa gambar ini ada?
Hari itu adalah wisudaku yang sudah kau tunggu lama.
Kau beri aku se-buket bunga yang seumur hidupku tak pernah ku terima.
Jujur saja, setengah mati aku menahan hatiku untuk tak menangis meski itu tangis bahagia..
Karena aku tak ingin kau juga menitikkan air mata.
Dalam hatiku saat itu "satu langkah aku sudah bisa, Dan aku selalu ingin membanggakanmu hingga kau tua"
Tapi nyatanya? Kau tetap ingin menangis setelah buket bunga itu ku terima.
Aku bilang padamu: "jangan menangis ibu, ini hari bahagia ku. Bahagia ibu. Bahagia kita. Jadi mari kita tertawa"
Dan kemudian kau tertawa bersamaku.
Mungkin kita saling menertawakan hati kita yang terlalu gampang tersentuh dan selalu ingin menitikkan air mata.
.
Bu, seperti janji yang pernah terucap waktu itu.. Kadang aku ingin mengakhirinya.
Tapi, aku harap kau akan menunjukkan padaku siapa dan dimana?
Aku merindukanmu disetiap hariku..
Terima kasih untuk hidup yang kau berikan padaku..
Dan maafkan aku untuk semua hal yang telah kita lalui dimasa lalu.
I love you ๐Ÿ’ž

Monday, February 6, 2017

Secarik Surat Untuk Ibu..

 Untuk: Ibuku sayang,

Hmmm.. Setahun yang lalu aku pernah menulis surat untuk Februari yang selalu ku anggap kelabu..
Untuk seseorang yang menjadi penguasa hatiku.. Untuk seseorang yang kemudian melukaiku..

Waktu itu, aku tak menuliskan secarik suratpun untukmu..
Itu karena aku yakin jika kau akan selalu bersamaku, menjalani hari - hari tua bersamaku..
Melihatku melewati masa demi masa ketika aku bersama seseorang yang juga akan memanggil mu "ibu" atau memanggilmu "nenek"..
Namun, kenyataanya hanya angan - anganku karena Tuhan tak mengizinkan..

Hmmm.. Apa kabarmu disana?
Baik - baikkah ibu?
Hmmm.. kabarku?
Tak perlu ibu tanyakan..
Walaupun rasanya masih seperti mimpi dan
Ratusan hari sudah berlalu, kita Benar benar tak bisa saling menatap kecuali didalam mimpi. Mimpi yang selalu aku tunggu disetiap lelap tidurku..

Jujur, sejak setahun yang lalu..
Atau bahkan sejak dulu, aku tak pernah selesai menuliskan surat untuk ibu..
Aku tak tahu apa yang harus ku katakan dalam suratku.
Haruskah aku bercerita tentang semua hal sejak ibu pergi?
Atau sejak sebelum ibu pergi?
Semuanya begitu banyak bu..

Setiap kali aku memegang pena dan mulai menulis sebuah kata untuk ibu..
Bulir bulir bening itu selalu merabunkan mataku, membuatku lupa apa yang harusnya aku katakan padamu dalam suratku..

Bu, tak banyak hal yang bisa aku tuliskan untukmu..
Aku harap ibu bahagia didunia barumu..
Tak perlu merasakan sakit lagi,
Tak perlu mengkhawatirkan hal yang tak perlu ibu khawatirkan lagi,
Tertawalah dan berbahagialah selalu bu,
Mengatakan aku rela melepaskanmu, sangat menyakitkan untukku..
Tapi kenyataannya tetap saja aku harus melepaskanmu..

Bu..Tak perlu khawatirkan aku..
Hidupku memang harus dijalani seperti apa yang sudah tertulis untukku..
Seperti janjiku pada ibu dipetang itu..
Seperti janjiku yang entah ibu dengar atau tidak saat itu..
Akan aku coba tepati janji itu,meski kadang begitu berat untukku..

Seperti hari - hari dimana kita lewati saat masa kecilku didesa dulu..
Dengan riang aku memetik bunga - bunga liar yang berbaris sepanjang jalan pulang..
Aku akan terus mencoba melewati semua seperti aku kecil dulu. Semuanya akan terlewati, pasti!!
Seperti yang pernah ibu katakan waktu itu,
"Bunga liar adalah bunga yang tumbuh tanpa harus ditanam, berdiri sendiri tanpa harus ada benda lain yang menopang. Ia tumbuh dengan cinta dan menghilang karena cinta."

Seperti mimpiku semalam..
Aku melihatmu berjalan riang ditanah lapang. Bunga-bunga liar berbaris rapi mengiringi perjalananmu.
Jangan menoleh kebelakang lagi,
Jangan mengkhawatirkan yang tak perlu ibu khawatirkan lagi,
Aku akan terus melambaikan tangan untuk melepaskanmu.. Dan ku harap kau akan tenang!

Setelah ibu pergi,
Aku sering mendengarkan sebuah lagu yang selalu mengambarkan bagaimana harusnya aku ketika seseorang yang meninggalkan kehidupanku..
Lyric lagu itu, seperti pesan tersirat yang pernah ibu katakan padaku..
"Bertemulah dengan orang baik,
Hiduplah dengan baik,
hiduplah dengan seseorang yang kau sayangi, jangan pernah menyesal untuk apapun,
Maaf, untuk semua rasa sakit yang pernah ada..
Maaf, jika aku tak merawatmu dengan baik"
Sejak hari itu,
Aku sering menulis bu..
Seperti tulisan yang ku tulis didinding waktu itu
Aku menulis setiap hari meskipun itu sedikit..

Bu, aku yakin!
Aku akan baik - baik saja..
Adik - adik akan bersamaku,tumbuh bersamaku..
Menua juga bersama ku..
Mungkin aku masih menyalahkan waktu..
Namun, semua akan terlewati bu..

Berjalanlah bu..
Aku akan disini tumbuh dan kemudian akan meyusulmu..
Selamat jalan bu..
Sampai bertemu lagi dikehidupan mendatang!
Datang jika kau merindukan kami disuatu waktu..
Things that i coudnt say is "I love you from the start and the end my life! Thank you, I'm sorry for some mistake! Aku akan selalu merindukanmu ibuku!"

Dari putrimu yang terus belajar melepaskan.

Sunday, November 6, 2016

Merajut dan Manfaatnya.

Mungkin sebagian orang masih mikir kalo merajut itu pekerjaanny oma oma yang sudah tua dan cuma bisa duduk santai dirumah atau beranda rumah nungguin senja.
Bahkan mungkin ada beberapa yang bilang merajut itu membosankan karena merajut pekerjaan yang mengharuskan orangnya duduk diem dan fokus.
Mungkin juga, ada yg bilang kalo merajut itu kuno untuk jaman modern dan serba instan seperti sekarang ini. Why? Karena rajutan pabrik lebih bagus dan rapi kan ya?
.
Tapi, ada beberapa info yg harus kita ketahui kenapa kita seengakny belajar sedikit tentang merajut. Bahkan harus!!
1.Waktu santai kita bisa berguna.
Saat kita santai diakhir pekan atau waktu luang lainnya. Kita biasanya cuma ngelakuin hal yang paling kita suka (semua orang pasti suka) yaitu nonton TV sambil tidur tiduran. Tapi,kalo waktu nonton kita dibarengi dengan merajut. Selain ngedapatin info dari TV kita juga bisa menghasilkan sesuatu dengan tangan kita.
2. Bisa meningkatkan kecerdasan kognitif
Jujur,aku belum pernah melakukan penelitian untuk ini. Tapi, di beberapa artikel yang aku baca merajut adalah salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan kognitif. (Kalo gak tau kecerdasan kognitif apa? Bisa dicari dimbah google aja)
3. Bisa meningkatkan konsentrasi dan pengganti meditasi
Kenapa merajut bisa meningkatkan konsentrasi? Karena saat kita merajut kita harus fokus untuk melakukan hal itu saja. Kita gak akan bisa mendapatkan rajutan yang sempurna kalo pikiran kita bercabang cabang. Kemungkinan untuk melakukan kesalahan dalam setiap part  akan lebih besar jika pikiran kita tak fokus. Merajut juga bisa disebut juga meditasi karena kita mengikuti ritme yang ada disetiap detiknya.
4. Bisa menekan rasa marah dan mengusir rasa galau
Seperti slogan yang jadi terkenal diluar negeri "Stitch away stress". Entah untuk orang lain. Tapi untukku merajut bisa menekan rasa marah, jengkel atau kesal. Alasannya karena setiap kali merajut kita butuh konsentrasi, fokus dan tenang. Jadi kalau kita merasa kesal atau marah merajutlah karena itu akan menetralisir suasana hatimu dengan melupakan sejenak rasa kesal, marah, kerisauan hati dan pikiran
5. Bisa menumbuhkan dan melatih rasa sabar
Salah satu alasan kita harus belajar merajut lainnya adalah kesabaran. Merajut hanya dilakukan dengam dua tangan. Setiap kali kita melakukan kesalahan saat membentuk pola. Mau tidak mau kita harus mengulang kembali untuk membentuk hasil rajutan yang sempurna. Dan itu bukan hal yang mudah.
Aku saja masih membutuhkan waktu beberapa hari setiap kali ingin membuat satu clutch atau tas.
6.anti mainstream dan menumbuhkan Kreativitas
Kenapa aku berani bilang anti mainstream? Karena setiap orang akan mendapatkan hasil rajutan yang berbeda beda meski pola yang digunakan sama. Setiap orang akan memikirkan sesuatu yang berbeda dan menarik untuk dia dan orang lain. Bukan kah dijaman sekarang ini kita selalu ingin tampil beda dan menarik dimata orang lain karena apa yang kita gunakan berbeda.
7. Menumbuhkan rasa Bangga dan Bisa menambah Pendapatan
Jujur, ini bukan sombong atau bagaimana. Setiap kali menyelesaikan satu project rajut rasa bangga selalu terselip karena menyelesaikan sesuatu yang orang lain belum tentu tahu dan tahukan kalian? Harga sebuah karya rajut bukan barang yang terbilang murah. Coba deh searching harga sebuah tas rajut di internet. Setidaknya kalian akan sedikit terkejut karena harganya cukup bisa dikatakan mahal.

Ku beri kau judul HUJAN

hujan deras itu akhirnya turun.. setelah beberapa saat sangat gersang dan kering.. tanah kembali lembab, tanaman kembali tersenyum dan udara...