Thursday, August 6, 2020

Ku beri kau judul HUJAN

hujan deras itu akhirnya turun..
setelah beberapa saat sangat gersang dan kering..
tanah kembali lembab, tanaman kembali tersenyum dan udara kembali sejuk..
hari ini, seketika ia mengingat berapa banyak luka tak terlihat yang ia hiraukan..
ia tak sepenuhnya ingin. namun sepertinya lubang hitam itu tak ingin berkompomi
hingga bayang banyangnya terlihat keluar..
ia bertanya dan terus bertanya
sebesar apa lubang hitam dihati seseorang itu?
berapa banyak lubang hitam yang ada dihati itu sehingga harus seseorang tampal atau obati sepanjang hidupnya?
bisakah ia bertahan dan terus berjalan meski tertatih menarik luka?
bisakah ia hanya menyukai kata berhenti dan hadapi saja tanpa ada kata menyerah?
bisakah ia terus membenci kata menyerah itu?
bisakah?
bisakah?
bisakah?
pertanyaan itu tak bisa ia jawab..
ia hanya seorang penanya dan bukan seorang yang berhak untuk menjawab..
bukan!
ia kemudian terdiam, menatap lubang hitam itu..
ada banyak luka yang kadang tak bisa sedikitpun ia katakan pada orang lain
bahkan pada dirinya sendiri..
ia menolak sadar,.
ia menolak menyadari..
ia menolak mengakui jika ia sudah terlalu lama bergumul dengan luka..
ia bahkan tak tau mana luka dan mana bekas luka..
ia hanya terus berjalan ketika istirahatnya usai..
beberapa orang menolak sadar dan menyadari hal itu.. 
ia takut menjadi lemah
ia takut menjadi lemah
ia takut menjadi lemah
dan kemudian menyerah...
banyak kekhawatiran yang ia bahkan sulit untuk mengatakannya, harus mulai dari mana..
ia bahkan sering melemparkan signal pertolongan tapi tak satupun menyadari..
ia hanya bisa tertawa dan menertawakan saja..
ia tahu, dunia ini entahlah..
ia tak tahu apakah ia bulat ataukah ia datar?
ia hanya memilih untuk terus melewati setiap incinya..
ia hanya berharap suatu hari nanti, akan ada sebuah rumah kecil yang menyambutnya..
mengobati atau mungkin menghapus lubang hitam itu..
meski ia tahu lubang itu takkan mungkin hilang...

No comments:

Post a Comment

Ku beri kau judul HUJAN

hujan deras itu akhirnya turun.. setelah beberapa saat sangat gersang dan kering.. tanah kembali lembab, tanaman kembali tersenyum dan udara...