Monday, November 4, 2013

I can't tell you, but I'm On Fire!!

        Dalam hidup aku selalu di ajarkan menjadi orang yang bersikap baik dan selalu berusaha menolong orang tanpa pandang bulu.
orang tuaku selalu menasehatiku jika hidup itu takkan bisa sendiri. karena itu kita harus bisa untuk selalu menolong orang lain tanpa harus meminta imbalan apapun jika memang orang tersebut butuh bantuan. tapi, sebaik-baiknya orang selalu ada sisi jahat juga dalam dirinya bukan berarti kita bersikap baik pada semua orang maka kita juga selalu menerima semua yang orang lain lakukan pada kita. itu namanya NAIF dan MUNAFIK. tak ada orang yang bisa hidup dengan bertopeng selayaknya malaikat tanpa merasakan satu hal yang tidak mengenakkan dalam hidup ini.
         setiap manusia itu punya hati, punya perasaan dan punya keinginan yang diberikan oleh Tuhan mereka masing-masing. begitu pun aku, aku juga manusia yang memiliki semua hal yang dimiliki oleh manusia pada umumnya. keinginan, mimpi, harapan dan perasaan. tapi kadangkala bagiku,aku terlalu bodoh sangat bodoh malah.
bukan aku ingin menjadi seorang yang bersikap selayak malaikat selalu bersikap baik pada semua orang. karena jujur saja aku juga masih memiliki sisi dimana aku memiliki pemikiran yang jahat dan perasaan sakit hati. dulu, waktu SMP aku pernah bertengkar dengan teman yang sudah selayak saudara. kami berselisih paham tentang satu hal yang menurutku bukan hal yang penting untuk dimalahkan tapi dia membuat itu menjadi suatu masalah yang membuatku sakit hati. cukup lama kami tak pernah bertegur sapa dan akupun tidak berniat untuk menjadi baik padanya. hal itu terjadi karena aku merasa bukan salahku yang membuat kami menjadi jauh.
        sampai pada akhirnya, dia merasa jika sikapku yang mengacuhkannya terlihat seperti mengancamnya karena ia tidak memiliki teman bermain. ia memberi tahu ibunya dan kemudian ibunya bertandang kerumahku untuk bertanya kenapa seperti itu? dengan santainya aku pun bilang bahwa. "untuk apa aku berteman dengan orang yang tidak bisa menghargai orang lain, berkata tanpa memikirkan orang lain dan hanya ingin perduli pada dirinya saja. yah, lebih baik kami menjauh!" dan setelah itu kamipun bermaaf-maafan meski dalam hati masih ada perasaan dongkol.
         setelah kejadian itu, ibuku kembali menasihatiku jika:
Dalam hidup kita tak pernah bisa menjadi sendirian, adakala dimana kita butuh orang lain dan orang lain itu membutuhkan kita. jadi bersikap baiklah pada semua orang agar kau selalu diingat karena kebaikan bukan karena hal yang membuat orang lain sakit hati. tentang persahabatan, selama lamanya kalian bersama, akan ada saat dimana kalian berpisah dan menjalani hidup kalian masing-masing jadi hargailah kebersamaan kalian selama kalian masih bisa bersama.
    sejak itu, aku selalu menghargai semua kebersamaan bersama orang-orang yang bisa disebut sahabat,teman, relasi ataupun musuh. tapi, lambat laun aku pun menyadari jika tak semua orang bisa disebut sebagai sahabat. orang yang mengerti, orang yang perduli, orang yang selalu ada saat aku butuh dan orang yang selalu ada saat aku butuh.  Mungkin jalam sudah berubah, mungkin juga persepsi orang tentang persahabatan itu juga sudah berubah. maka itu banyak orang yang berkedok teman ternyata sering menusuk dari belakang.
         hal itu aku rasakan ketika aku mulai menginjak usia 18 tahun tepatnya pase dimana aku mulai menginjakkan kaki di dunia perkuliahan. aku bertemu dengan banyak orang yang mungkin pada awalnya terlihat sangat baik dan perduli tapi ternyata tak jauh beda dengan lintah penghisap darah.
terlebih lagi aku menyadari itu saat aku berada di semester ke 6 kuliahku. bagiku masa kuliah adalah masa transisi dalam pencarian jati diri juga temasuk mencari teman yang memenang benar-benar bisa disebut teman. ada berbagai macam teman yang bisa kita temukan.
seperti:
  • teman saat bener-benar merasakan suka duka
  • teman yang engga bisa jaga bicara dan tata krama
  • teman yang maunya bolos aja terus ngabisin uang orang tua
  • teman yang datang saat butuh saja
  • teman yang bersikap baik didepan dan setan dibelakangnya
  • teman yang bersikap bak malaikat tapi ternyata setan juga
  • teman yang butuh maksa dan juga g punya tata krama
        masih banyak jenis yang lainnya tapi, yang paling membuat aku sakit hati adalah teman yang bersikap malaikat tapi ternyata setan juga. karena ada pase dimana aku benar-benar terpuruk karena ketertundaan ku untuk ikut sidang akhir karena dosen pembimbing yang super duper sibuk. aku harus mengalah dan menunggu dan menunggu. hal itu yang membuat aku benar-benar terpuruk dan sedih.
dan teman yang selalu bersamaku kemana-mana tak pernah menampakkan batang hidungnya untuk menghiburku. tapi, aku hargai dia mengirimkan sms ucapan kata sabar dan entahlah apa aku tak ingin mengingatnya, bukan sms yang aku butuhkan tapi kebersamaan yang aku butuhkan. ia sering bersikap yang membuat aku benar-benar tidak mengerti. ia seperti sukar sekali ditebak dan membuat aku menitikkan pada satu kesimpulan yaitu dia berteman denganku karena butuh sesuatu dan dia tak punya teman lain dikampus selain aku (mungkin) hah!!! dia munafik!!!
tapi ya sudahlah, bukan berarti aku harus membencinya, tidak aku tidak membencinya!
aku hanya menjaga jarak darinya dan bersikap Cukup aku tau aja sikap dan watakmu!!!
          dan hari ini, aku bertemu dengan orang yang lebih dari menyebalkan! sangat mengesalkan! orang yang tau trimakasih tapi tak tau tata cara bersikap dan bicara. this part really makes me on fire!!!
udah aku engga mau bahasnya masih berapi-api ini kepala karena kesal!

No comments:

Post a Comment

Ku beri kau judul HUJAN

hujan deras itu akhirnya turun.. setelah beberapa saat sangat gersang dan kering.. tanah kembali lembab, tanaman kembali tersenyum dan udara...