Monday, November 4, 2013

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Ada Rindu!

ini seperti kebodohan terselubung..
akupun tak bisa percaya apa yang terjadi padaku..
mungkin ini gila untuk ku dan akan lebih gila lagi untuk kalian jika tahu itu..
seperti awan yang berjalan berarak -arakan mengikuti hembusan angin..
seperti cicitan burung gereja tak berlalu..
seperti air yang selalu mengalir menuju muara..
seperti matahari yang selalu menghilang ketika senja mulai berlalu..
semua terasa memang seperti itu adanya..
ini, itu, seperti memang seharusnya begitu..

aku berlalu dalam kehidupan cintaku..
aku melupakan semua rasa sukaku pada seorang yang tak pernah tahu aku..
aku membeo ketika sebuah suara menanyakan "siapa kekasihmu?"
relung hatiku bertanya dengan lantang "apa setiap benda didunia ini harus berpasang-pasangan?"
tapi kemudian semua terjawab dengan lebih lantang, bahwa memang dalam Lauh Mahfuz..
setiap hal yang tercipta itu selalu berpasang-pasangan!

dan kemudian, waktu berlalu aku melupakan hal-hal itu tanpa sadarku..
semua berjalan seperti seharusnya dan berubah seperti semestinya..
aku mulai tau, jika semuanya bisa berubah sejalannya waktu..
tapi, aku masih menyukai hujan itu..
aku masih menyukai buku-buku tebal itu..
aku masih menyukai pensil hitam pekat itu..

tapi hey, ada yang berubah dengan hatiku?
seperti ada lagu sendu tentang rindu yang mendayu indah dalam qalbu..
aku menyukai tulisan itu, tulisan tentang hidupnya nun jauh dari mataku..

yah, ku ulangi lagi, aku menyukai tulisanmu..
dan entah bagaimana dengan hatiku??
aku tahu berawal dari KalongKampus mu, kemudian sampai dengan Sketsa Tangan mu..
aku merasa percikan hiburan untukku yang sering kali terasa sendiri diwaktu luangku..
aku tak tau apa yang terjadi padamu jika kau tau siapa aku??
dan juga tentangku?
karena yang ku tahu dalam pepatah lama itu:
 tak kenal maka tak sayang..
tak sayang maka tak ada rindu..
dan kemudian terbersit dalam kepalaku, apa mungkin kau yang tertulis dalam Lauh Mahfuz ku???
                                 

No comments:

Post a Comment

Ku beri kau judul HUJAN

hujan deras itu akhirnya turun.. setelah beberapa saat sangat gersang dan kering.. tanah kembali lembab, tanaman kembali tersenyum dan udara...